Manusia dilahirkan tidak seperti benda elektronika, yang diciptakan manusia. Ketika perangkat elektronika seperti televisi, handphone, tape, dan yang lainnya diproduksi, akan disertakan manual book (Buku Petunjuk) agar yang membeli perangkat elektronik tersebut bisa menggunakannya. Lain halnya dengan manusia, kita memerlukan sebuah usaha agar semakin mengenal bagaimana diri ini berprilaku, berpikir dan apa yang mendasari kita memutuskan sesuatu. Seiring dengan berkembangnya peradaban manusia, maka berkembang pula beragam penemuan dalam rangka semakin mengenal manusia.
Banyak potensi tidak
berkembang salah satunya karena kurangnya mengenal diri. Tidak sejalannya
antara harapan dan hasil, salah satunya karena kurang mengenal diri. Terjadi
konflik di dalam diri pun, salah satunya karena kurangnya mengenal diri. Banyak
hal akan terjadi, ketika manusia tidak mengenal diri nya.
Karena manusia
mahkluk sosial, maka manusia perlu berinteraksi dengan orang lain dan
lingkungan, sehingga manusia pun merasa perlu mengenal dan memahami manusia
lain. Komunikasi akan efektif ketika kita bisa mengenal dan memahami lawan
komunikasi. Orang tua akan mudah dan sukses mendidik anak karena mereka
mengenal dan memahami anaknya . Guru akan mudah dan sukses dalam membimbing dan mendidik murid karena
mereka mengenal dan memahami muridnya.
Dalam hal membimbing
dan mendidik anak tentunya akan semakin efektif ketika ada sebuah cara untuk
mempermudah mengenal dan memahami anak-anaknya. Orang tua atau guru tidak perlu lagi meraba-raba
bagaimana karakter anak, bagaimana gaya komunikasi, gaya belajar atau bakat
sang anak.
Salah satu penemuan manusia untuk mengenal
dirinya adalah melalui analisa sidik jari. Dr.
Harold Cummins adalah seseorang yang pertama memberi nama penelitian yang
berhubungan dengan sidik jari dengan
sebutan Dermatoglyphics. Penelitian
mengenai sidik jari tersebut oleh seorang ahli biologi, Sir Francis Galton pada tahun 1892. Penelitian yang berhubungan
dengan sidik jari terus berkembang hingga saat ini dan banyak informasi bisa
didapatkan dengan mempelajari sidik jari manusia.
Saat
ini juga telah berkembang
metode analisa sidik jari untuk mengungkap tipe kecerdasan dan personaliti
seseorang. metode ini menghubungkan Ilmu Dermatoglyphics, Neuroscience
(otak) dan Psikologi (perilaku). Ilmu ini berkembang melalu riset yang diambil
dari ratusan ribu sample sidik jari yang kemudian dapat diketahui bahwa
pola-pola sidik jari menyatakan hubungan dengan perilaku tertentu. Dari analisa
sidik jari juga dapat kelainan-kelainan bahkan kesehatan seseorang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar